Langsung ke konten utama

PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN

  A. Masyarakat Perdesaan  (Rural Society)

  Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yangg penduduknya mempunyai mata pencaharian utama di sektor bercocok tanam, perikanan, peternakan, atau gabungan dr kesemuanya itu, dan yang sistem budaya dan sistem sosialnya mendukung mata pencaharian itu.
      ciri ciri sebagai masyarakat perdesaan :
  • Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
  • Ada pertalian perasaan yang sama  tentang kesukaan terhadap kebiasaan
  • Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia. Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia. Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa. Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.

    B. Masyarakat Perkotaan (Urban Community)

    Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.

    Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.
    Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
    • Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
    • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
    • Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
    • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
    • Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
    • Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Perkembangan Windows dari tahun 1983 sampai tahun ini

    Latar Belakang Software adalah perangkat lunak. Karena disebut juga sebagai perangkat lunak, maka sifatnya pun berbeda dengan  hardware  atau  perangkat keras , jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan. Berhubungan disini saya akan membahas tentang software maka saya akan membahas perkembangan windows ini 1.  Windows 1.0    Windows 1.0 adalah sistem operasi pertama kali diciptakan diantaranya Bill Gates dan Paul Allen dan pada tanggal rilisnya 20 november 1985. Walaupun Windows 1.0 keluar secara resmi tetapi belum sepopuler sekarang dan tak jarang pula orang-orang pada masa itu belum mengetahui sistem operasi ini Dahulu Windows 1.0 masih menggunakan sistem MS-DOS yaitu hanya satu aplikasi/softwar...

    REVIEW JURNAL

    Judul SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG DENGAN METODE BAYES Jurnal Journal Of Informatic Pelita Nusantara Volume dan Halaman Volume 3 No 1,Hal 17 - 22 Tahun 2018 Penulis Hengki Tamando Sihotang ,hengki_tamando@yahoo.com Reviewer Teuku Raihan Zain(15117934) Tanggal 30 Desember 2019 Tujuan Penelitian Tujuan utama didalam penelitian ini adalah untuk mendiagnosa penyakit pada tanaman jagung menggunakan metode Bayes ,sehingga berguna untuk petani jagung dan bisa digunakan berkelanjutan di kemudian hari. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah beberapa tanaman dan tongkol jagung yang diberikan oleh beberapa petani Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil Penelitian Dari...